Di antara 10 orang itu, ada caleg incumbent yang tentunya sudah memiliki basis massa sendiri. Namun ada pula wajah baru yang melenggang ke Senayan.
Siapa saja mereka? Berikut adalah fakta menarik tentang caleg dengan perolehan suara tertinggi yang dirangkum detikcom, Kamis (15/5/2014).
|
|
1. dr. Karolin Margret Natasha (PDIP): 397.481 suara
|
|
Namun dugaan itu belum terbukti sampai saat ini. Penyelidikan dan verifikasi yang dilakukan Badan Kehormatan (BK) DPR dan Polri belum membuahkan hasil.
1. dr. Karolin Margret Natasha (PDIP): 397.481 suara
|
|
Namun dugaan itu belum terbukti sampai saat ini. Penyelidikan dan verifikasi yang dilakukan Badan Kehormatan (BK) DPR dan Polri belum membuahkan hasil.
2. Puan Maharani (PDIP): 369.927 suara
|
|
Saat ini, istri dari Happy Harsono ini menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Negara. Menjelang Pemilu 2014, Puan juga ditetapkan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) PDIP. Di DPR, Puan duduk di Komisi VI. Perempuan kelahiran Jakarta, 6 September 1973 juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR.
Ia disebut-sebut mengincar kursi cawapres dari capres PDIP Joko Widodo hingga saat ini. Tetapi, berbagai pihak dan juga survei menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi bisa jeblok bila berduet dengan Puan.
2. Puan Maharani (PDIP): 369.927 suara
|
|
Saat ini, istri dari Happy Harsono ini menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Negara. Menjelang Pemilu 2014, Puan juga ditetapkan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) PDIP. Di DPR, Puan duduk di Komisi VI. Perempuan kelahiran Jakarta, 6 September 1973 juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR.
Ia disebut-sebut mengincar kursi cawapres dari capres PDIP Joko Widodo hingga saat ini. Tetapi, berbagai pihak dan juga survei menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi bisa jeblok bila berduet dengan Puan.
3. Wayan Koster (PDIP): 260.342 suara
|
|
Nama Koster juga disebut oleh mantan Bendum PD Nazaruddin yang merupakan pemilik Grup Permai dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Januari 2014. Nazar menyebut Koster sebagai salah satu yang kecipratan uang Rp 21 miliar untuk pengurusan proyek Hambalang.Β
3. Wayan Koster (PDIP): 260.342 suara
|
|
Nama Koster juga disebut oleh mantan Bendum PD Nazaruddin yang merupakan pemilik Grup Permai dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Januari 2014. Nazar menyebut Koster sebagai salah satu yang kecipratan uang Rp 21 miliar untuk pengurusan proyek Hambalang.Β
4. Rieke Diah Pitaloka (PDIP): 255.044 suara
|
|
Karir Rieke diawali sebagai aktris sinetron dan populer berkat perannya sebagai Oneng di sitkom Bajaj Bajuri. Ia juga aktif di dunia teater. Masuk ke dunia politik, lulusan pasca sarjana Filsafat UI juga sempat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jabar. Saat itu, ia berpasangan dengan aktivis antikorupsi Teten Masduki.
4. Rieke Diah Pitaloka (PDIP): 255.044 suara
|
|
Karir Rieke diawali sebagai aktris sinetron dan populer berkat perannya sebagai Oneng di sitkom Bajaj Bajuri. Ia juga aktif di dunia teater. Masuk ke dunia politik, lulusan pasca sarjana Filsafat UI juga sempat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jabar. Saat itu, ia berpasangan dengan aktivis antikorupsi Teten Masduki.
5. Edhie Baskoro (Demokrat): 243.747 suara
|
|
Pria kelahiran Bandung, 24 November 1980 ini juga menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat. Bersama sang istri Aliya Rajasa, Ibas terus mengikuti SBY saat kampanye Pileg.
Nama Ibas sempat disebut oleh mantan Ketum PD Anas Urbaningrum yang terjerat kasus Hambalang. Anas pun meminta Ibas dan SBY untuk menjadi saksi meringankan bagi dirinya. Namun keduanya menolak menjadi saksi karena merasa tak punya hubungan dengan kasus Hambalang.
5. Edhie Baskoro (Demokrat): 243.747 suara
|
|
Pria kelahiran Bandung, 24 November 1980 ini juga menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat. Bersama sang istri Aliya Rajasa, Ibas terus mengikuti SBY saat kampanye Pileg.
Nama Ibas sempat disebut oleh mantan Ketum PD Anas Urbaningrum yang terjerat kasus Hambalang. Anas pun meminta Ibas dan SBY untuk menjadi saksi meringankan bagi dirinya. Namun keduanya menolak menjadi saksi karena merasa tak punya hubungan dengan kasus Hambalang.
Halaman 2 dari 12











































