"Jika dia mengajukan cuti, saya selaku ketua Fraksi Gerindra akan langsung mengusulkan paripurna dalam waktu tiga hari. Dan saya jamin jalannya mulus," ujar Sanusi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/5/2014).
Sanusi menyayangkan sikap Jokowi yang merasa khawatir jika dirinya meminta persetujuan mundur dari para Legislator 'Kebon Sirih' tidak akan mendapat persetujuan. Dia pun meminta kepada Jokowi untuk melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan DPRD terkait rencananya cutinya tersebut.
"Kalau dia menyatakan mundur namun kekhawatirannya itu yang berlebihan, karena takut tidak mendapat persetujuan. Saya mewakili Gerindra, bisa dipastikan akan segera kita paripurnakan," katanya.
"Alasannya itu cair. Kan dia mundur bukan karena bermasalah, jadi tidak ada persoalan, tidak usah khawatir," tambahnya.
Sebelumnya, Jokowi mengaku dirinya mau mengajukan untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI. Namun dikhawatirkan jalan itu tidak akan mulus, mengingat porsi partainya, PDIP kalah suara dibanding dengan partai lain.
"Kalau mundur itu diberi nggak oleh dewan. Kalau saya mundur diberi nggak? Dengan komposisi partai di DPRD, itu saya diberi nggak?" kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Namun kini, Jokowi telah resmi mengajukan cuti ke Presiden SBY, Selasa (13/5). Jokowi pun akan mendapat cuti mulai tanggal 1 Juni 2014 setelah penetapan capres oleh KPU pada 31 Mei 2014.
(jor/trq)










































