Imparsial Bantah Dilibatkan Tim Investigasi Kepresidenan
Sabtu, 18 Des 2004 16:01 WIB
Jakarta -
Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik membantah Imparsial telah dilibatkan dalam pembentukan tim investigasi kepresidenan untuk mengusut kematian Munir. Imparsial hingga kini belum pernah dipanggil pemerintah untuk membahas pembentukan tim itu. Rachland menyampaikan bantahan tersebut dalam jumpa pers di kantor Imparsial, Jakarta, Sabtu (18/12/2004). Pernyataan itu untuk menanggapi Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang menyatakan Jaksa Agung, Kapolri, dan Imparsial di bawah koordinasi Menko Polhukam sedang merundingkan sebuah perundingan yang aktif dan sejajar terkait kasus Munir.Pernyataan Sekretaris Kabinet dinilai Rachlan menimbulkan persepsi bahwa perundingan sudah dan sedang berlangsung antara Jaksa Agung, Kapolri dan Imparsial untuk membentuk tim investigasi kepresidenan tersebut.Menurut Rachland, sampai saat ini Imparsial belum dipanggil pemerintah untuk membahas pembentukan tim investigasi kepresidenan. Rachland menuturkan Imparsial memang pernah diundang ke Mabes Polri 13 Desember 2004 lalu.Pertemuan di Mabes Polri dihadiri Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Dalam pertemuan, Kapolri menyampaikan langkah-langkah investigasi yang dilakukan polisi. Pertemuan tak sedikit pun menyinggung pembentukan tim investigasi. "Sejak tanggal 24 Desember, tim Imparsial menyerahkan draf pembentukan tim dan usulan nama-nama kepada pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada undangan," jelas Rachland.Imparsial lantas mengingatkan Sudi Silalahi agar melakukan cek and ricek terlebih dulu sebelum memberikan pernyataan kepada publik. "Soalnya kalau kekeliruan pernyataan akan mengakibatkan kesimpangsiuran informasi. Ini akan menimbukkan persepsi pemerintah telah sengaja melakukan politik penundaan," demikian Rachland.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































