Seremoni digelar di pelataran Candi Borobudur, Mungkid, Magelang, Rabu (14/5/2014) malam. Selain Wapres, tampak hadir Menag Suryadharma Ali, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan sejumlah pejabat Pemprov Jateng.
Di hadapan umat Buddha, Wapres berharap perayaan Waisak menjadi momentum merenungkan kembali nilai-nilai luhur Buddha, terutama terkait kemajemukan dan keberagaman etnis agama dan budaya.
"Semangat kerukunan berbangsa harus terus ditingkatkan," katanya.
Semangat tersebut diharapkan bisa terwujud. Menjadi inspirasi bukan hanya bagi umat Buddha, melainkan seluruh masyarakat. Nilai-nilai universal dari Buddha penting untuk membangun bangsa.
Sementara, Ketua Dewan Sangha Walubi Biksu Tadisha Mahastavira berpesan tentang empat pikiran bramhavira. Yakni cinta kasih, welas asih, simpati dan keseimbangan batin. Dengan menjalankan sikap tersebut, umat Buddha dapat memberikan energi positif bagi bangsa dan negara.
"Setiap umat harus mampu bersikap toleran dan senantiasa mengembangkan keluhuran dan mengobarkan semangat gotong royong," katanya.
Dalam perayaan Waisak, puluhan ribu umat Buddha melakoni jalan darma dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Jarak kedua candi ini sekitar 3 km. Umat dan biksu mengiringi api abadi dan air suci sebagai simbol penerangan dan ketenangan batin. Detik-detik Waisak akan digelar di pelataran Candi Borobudur pada pukul 02.00 WIB, Kamis (15/5).
(try/ahy)











































