"Dulunya saya prajurit serdadu. Ciri khas prajurit adalah selalu dekat dengan kiai. Kenapa? Karena prajurit muda di awal pengabdiannya dikirim ke pertempuran," kata Prabowo di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (14/5/2014).
Prabowo menuturkan bahwa dirinya sebagai prajurit harus siap mati. Oleh sebab itu, para kiai selalu dicari-cari.
"Urusannya pertempuran itu hidup atau mati. Tentara itu teken siap mati untuk negara. Kalau siap mati ya cari kiai. Yang repot prajurit sudah pulang, lupa sama kiainya. Itu dulu," ujar Ketua Wanbin Gerindra ini.
Situasi saat maju ke medan perang dulu ia samakan dengan kondisi sekarang yaitu ketika akan bertarung sebagai calon presiden. Prabowo mengungkapkan bahwa selain dirinya, banyak juga capres yang menemui para kiai.
"Sekarang juga begitu. Kalau menghadapi Pemilu, cari kiai-kiai semuannya. Saya pernah ke Jawa Timur, ke ponpes menghadap kiai, pas saya menghadap dikenalkan ke kiainya. Ini ada juga yang datang, dari partai A, B, C. Semua datang ke kiai tersebut. Itu suasana kita," ucap Prabowo.
(jor/jor)











































