"Untuk foto anak TK yang ditunjukkan kepada para tersangka belum dapat dikenali karena fotonya hitam putih atau hasil foto copy, bukan yang asli," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, Rabu (14/5/2014).
Rikwanto menambahkan, pihaknya akan terus mendalami korban lain yang pernah disebutkan oleh tersangka.
"Penyidik sudah meminta pihak JIS untuk membawa foto murid yang asli. Ini untuk kepentingan penyidikan, bukan untuk publikasi ke media," tegas Rikwanto.
Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya sendiri belum mengagendakan pemeriksaan lanjutan terhadap Tim Carr.
Sebelumnya, para tersangka menyebut ada korban lain yang pernah 'dikerjai'. Adapun, kekerasan seksual terhadap korban lain itu terjadi di dalam toilet di gedung gymnastik.
(mei/ndr)











































