"Saya sudah katakan sejak lama, kalau mau menegakkan demokrasi di Indonesia, jangan KPU yang bermain. Permainan itu ada. Ada buktinya, itu buktinya banyak yang masuk ke Mahkamah Konstitusi," ujar Mega dalam pidato politiknya saat deklarasi koalisi dukung capres Jokowi di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).
Selain permainan dalam pemilu tersebut, Mega juga menyebut tidak bolehnya intelijen bermain dalam pemilu. Menurut Mega, semestinya intelijen bertugas melindungi negara, bukan justru bermain dalam pemilu.
"Ketiga, money politic. Kita tahu banyak yang masuk ke MK karena banyaknya money politic. Kempat, IT-nya, penghitungannya. Karena perhitungannya banyak dimanipulasi. Selama pemilu itu dimanipulasi, jangan bersorak, karena banyak keprihatinan," pungkas Mega.
Selain Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, hadir dalam deklarasi ini jajaran elite PDIP, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan jajaran elite PKB, dan Ketum NasDem Surya Paloh yang juga mengajak jajaran partai NasDem. Hadir juga Waketum Golkar Fadel Muhammad.
(rmd/erd)











































