Stasiun Tawang Diancam Bom
Sabtu, 18 Des 2004 14:07 WIB
Semarang - Teror bom menjelang Natal dan tahun baru masih terus membayangi. Stasiun Tawang Semarang menjadi korbannya. Setelah disisir aparat, ancaman itu tak terbukti.Ancaman bom melalui telpon diterima Pegawai Dinas Informasi Stasiun Tawang Sandy Ardianti sekitar pukul 08.10 WIB, Sabtu (18/12/2004). Dalam ancamannya, sang penelpon mengatakan, "Hati-hati, ada bom di Stasiun Tawang". Lalu, klek, telpon ditutup."Itu suara laki-laki. Berbahasa Indonesia tapi logatnya Jawa. Dia tidak mengatakan apapun setelah mengeluarkan ancaman itu," kata Sandy ketika ditemui di Stasiun Tawang Semarang, Sabtu (18/12/2004)Sandy segera melaporkan ancaman itu ke Polsek Semarang Utara. Lalu, Polsek Semarang berkoordinasi dengan Polwiltabes Semarang. Setelah itu, Tim Gegana dari Brimob datang dan menyisir lokasi.Sekitar pukul 09.30 WIB penyisiran dimulai. Mereka menggeledah seluruh sudut stasiun yang dipergunakan untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif tersebut. Namun petugas tak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Satu jam kemudian, petugas meninggalkan stasiun dengan tangan hampa. Ancaman bom itu, tak membuat situasi stasiun panik. Beberapa penumpang yang hendak naik atau turun dari kereta mengabaikan ancaman itu. Mereka tetap berlaku seperti biasanya meski tim Gegana mondar-mandir di sekitarnya.Ancaman bom di Semarang sudah terjadi empat kali, termasuk yang di Stasiun Tawang. Sebelumnya, SMU 5, SMU 11, dan SMU 1 menjadi ajang ulah usil penelpon gelap. Setiap kali disisir, ancaman itu tak pernah terbukti.
(iy/)











































