Cak Imin mengawali pidatonya dengan membeberkan proses dan alasan partainya memilih Jokowi. Pria yang menjabat Menakertrans ini mengatakan Jokowi dipilih setelah PKB melakukan kontemplasi dan salat istikharah.
"Setelah melalui semua proses itu, kita butuh pemimpin yang mampu menggerakkan dan mendorong paritisipasi dan keikutsertaan masyarakat bersatu padu meneruskan upaya perjuangan bangsa ini," kata Cak Imin.
"Masyarakat butuh pemimpin yang tidak berjarak, egaliter, yang menjadi aku banget dari rakyat dan masyarakat, bahasa gaulnya, Pak Jokowi gue banget," imbuhnya.
Cak Imin juga mengucapkan terima kasih kepada NasDem yang juga bergabung dengan PDIP mendukung pencapresan Jokowi. Dia yakin semangat restorasi NasDem bisa mengiringi Jokowi membawa perubahan di Indonesia.
Menutup pidatonya, Cak Imin menyindir serangan SARA yang ditujukan ke Jokowi, utamanya soal agama Gubernur DKI itu. Cak Imin menegaskan PKB tak terganggu dengan isu itu.
"Saya ingin sampaikan bahwa Nahdliyin, umat Islam punya pikiran yang cerdik terhadap isu dan macam serangan. Belum tentu anda yang mengaku saleh, benar-benar saleh. Belum tentu anda yang mengaku Islam bisa berperilaku sebagai muslim yang baik," ujarnya.
"Mengutip firman Allah, sesungguhnya semua orang merugi kecuali yang beriman. Saya yakin dan optimis Pak Jokowi orang yang beramal saleh," pungkas Cak Imin.
(trq/try)











































