Rois Cs Rekonstruksi Bom Kedubes Australia
Sabtu, 18 Des 2004 11:23 WIB
Serang - Tersangka Rois, Apuy, Hasan dan Shogir melakukan rekonstruksi persiapan bom di depan Kedubes Australia. Bom dirakit di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cikande, Serang, Banten.Rekontruksi digelar di sebuah rumah kontrakan di perumahan Cikande Permai Blok F 4 No. 3, Serang, Banten, Sabtu (18/12/2004). Keempat tersangka mengenakan baju tahanan warna biru dengan dikawal ketat 10 personel polisi berpakaian serba hitam dan bersenjata lengkap.Warga setempat tampak antusias melihat jalannya rekonstruksi tersebut. Bahkan beberapa orang sempat menyoraki dan mengumpat pada tersangka. Polisi memasang police line di Tempat Kejadian Perkara (TKP).Rumah kontrakan sederhana berwarna krem ini pernah dihuni delapan tersangka bom di depan Kedubes Australia, yakni DR Azahari, Noordin M Top, Rois, Hasan, Apuy, Shogir, Heri Gulun dan Jabir. Selama sebulan mereka merakit bom.Polisi berusaha mengetahui urutan kejadian perakitan bom depan Kedubes Australia. Sebuah mobil box Daihatsu warna putih bernopol B 9065 NH yang digunakan untuk membawa bom juga disiapkan di lokasi. Di dalam mobil terdapat 2 filing kabinet untuk menaruh bom.Rekonstruksi juga dihadiri Deni, seorang sopir yang disewa DR Azahari Cs. Menurut Deni, dirinya membawa Noordin M Top, Apuy, Rois, Shogir dan Jabir menuju RS Pelni dengan menggunakan mobil Carry warna hijau bernopol A 1676 Psekitar pada 8 September 2004.Sampai di tempat tujuan, Rois turun karena ingin menjenguk kawannya yang sakit. Kemudian mobil meneruskan perjalanan menuju Cikampek. Setelah keluar tol Cikampek, Apuy turun dan sisanya dibawa ke sebuah runmah di kawasan Cikampek. "Sepanjang perjalanan mereka tidak berkomunikasi. Semua diam saja," kata Deni.Lanjut Deni, mobil box Daihatsu warna putih ditumpangi DR Azahari, Hasan dan Heri Gulun menuju rumah kontrakan di Kali Deres.Berdasarkan skema perjalanan yang diperoleh detikcom, pada 9 September 2004 pukul 05.00 mobil box Daihatsu putih menuju TKP Kuningan menggunakan tol dan keluar di Pancoran lalu berhenti di belakang kantor Depkop. Di tempat itu, DR Azahari memasang detonator dan menerima sepeda motor dari Sapta. Mereka sempat melakukan salat di masjid tersebut.Selanjutnya, rombongan menuju depan Kedubes Italia, Jalan Cianjur. DR Azahari mengaktifkan firing device dan setibanya di depan Plaza Kuningan DR Azahari turun dan membonceng sepeda motor bersama Hasan.Heri Gulun mengendarai mobil lalu meledakkan bom bunuh diri ke depan Kedubes Australia. Rekonstruksi dilanjutkan ke rumah kontrakan di Kali Deres.
(aan/)











































