"Kami selalu berpikiran positif terhadap setiap kerja sama seluruh elemen anak bangsa untuk membawa kemajuan bagi rakyat. Bangsa ini adalah bangsa besar, yang memerlukan energi besar untuk bergerak. Gotong royong mutlak dilakukan untuk mengatasi berbagai problem kebangsaan, " kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Sebuah koalisi menurut Budi bisa diwujudkan apabila dua partai atau lebih memiliki agenda dan platform yang sama. "Pertanyaannya sekarang, apakah kerjasama ini harmonis dan efektif. Jangan sampai kerjasama politik ini hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok," papar mantan kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PDI Perjuangan ini.
Menurut Budi, saat ini rakyat memiliki kerinduan yang sangat besar akan lahirnya pemimpin yang mengerti dan melayani mereka. Sehingga agenda kerja sama politik harus terbuka.
PDIP Projo meminta pimpinan partai untuk menghindari "politik ekonomi" bawah tanah. "Pengalaman 16 tahun reformasi telah dibajak, dan jangan sampai terulang," kata Budi yang mantan aktivis UI 1998 itu.
(erd/rmd)











































