Sentimen Publik Rendah, Capres Disarankan Tak Mengandalkan Mesin Partai

Sentimen Publik Rendah, Capres Disarankan Tak Mengandalkan Mesin Partai

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2014 07:16 WIB
Jakarta - Pasangan calon presiden dan wakil presiden tak bisa hanya mengandalkan mesin politik partai jika ingin memenangkan pilpres 9 Juli nanti. Pasalnya, menurut hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia, saat ini sentimen publik kepada partai politik tengah berada di titik terendah.

Rendahnya sentimen publik ini memunculkan tingginya angka massa mengambang. Dalam catatan Lembaga Survei Indonesia saat ini ada 40 persen pemilih yang ragu-ragu menentukan pilihan. Jika ingin memenangkan pilpres, tim sukses capres dan cawapres harus bisa mengambil pemilih dari massa mengambang ini.

“Siapapun yang ingin mengambil mayoritas suara mengambang tak bisa hanya mengandalkan mesin partai,” kata peneliti LSI Adjie Alfaraby melalui keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Rabu (14/5/2014).

Apabila hanya mengandalkan mesin politik menurut Adjie pasangan capres dan cawapres akan sulit untuk mendapatkan dukungan publik. “Pemilu presiden kali ini justru harus lebih melibatkan civil society dan people power untuk memobilisasi dukungan,” papar Adjie.

Menurut dia, pada Pilpres tahun ini massa mengambang merata di semua segmen. Namun lebih banyak terjadi di pemilih perempuan, pendidikan dan ekonomi rendah, serta pedesaan. Ini adalah segmen yang kurang aktif dalam politik praktis karena akses terhadap informasi yang terbatas.

Sementara dari sisi agama, segmen yang paling banyak ragu dan mengambang justru berasal dari kalangan muslim. Para calon pemilih muslim umumnya ragu untuk memilih pemimpin yang dianggap sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan mereka.

(erd/vid)


Berita Terkait