Prabowo-Hatta Bukan Equivalent Soekarno-Hatta

Prabowo-Hatta Bukan Equivalent Soekarno-Hatta

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2014 06:16 WIB
Prabowo-Hatta Bukan Equivalent Soekarno-Hatta
Jakarta - Kemampuan Hatta Rajasa sebagai Solidarity Maker atau memikat rakyat sekaligus mengurus negara bilang dipasangkan dengan Prabowo Subianto dipertanyakan. Bahkan, pasangan Prabowo-Hatta tidak equivalent dengan Soekarno-Hatta.

"Tadi Pak Prabowo bersama Hatta Rajasa bersama-sama sowan ke Presiden. Perlu dipertanyakan kemampuan Hatta Rajasa sebagai Solidarity Maker?Prabowo-Hatta itu bukan equivalent loh dengan Soekarno-Hatta," kata Ketua DPP Partai Hanura bidang Pertahanan, Susaningtyas Nefo H Kertopati atau yang akrab dipanggil Nuning Kertopati kepada detikcom, Selasa (13/5/2014).

โ€ŽMenurut Nuning, guna memenangkan Pilpres, pasangan capres, tentunya cawapresnya harus memiliki solidarity maker, punya kemampuan memikat rakyat dan sekaligus bisa mengurus bangsa secara holistik dan integral. Tentunya, Prabowo Subianto yang dikenal memiliki ciri khas tegas saja tidak cukup.

"Jadi harus saling mengisi dengan wakilnya yang memiliki pengalaman mumpuni mengurus negara dengan kemampuan diplomasi yang baik, terutama dalam lingkup pergaulan dunia," jelasnya.

Nuning juga menilai, Prabowo Subianto terlalu bergerak cepat dalam memilih pasangan. Seharusnya, mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini menjajagi juga calon-calon lainnya yang tentu lebih baik.

"Dari kubu Golkar bisa saja tokoh senior Pak Ginanjar Kartasasmita yang cukup bagus dimasanya dalam pergaulan internasional. โ€ŽAtau tokoh lainnya, termasuk Ketua Umum kami sendiri yang punya kemampuan baik dalam mengurus negara saat Beliau menjabat dalam pemerintahan," terangnya.

Yang aneh lagi, Nuning menambahkan, Hatta Rajasa memasangkan dirinya dengan Prabowo Subianto juga janggal. Mengingat, PAN sendiri sampai saat ini belum melakukan Rapat Pimpinan Nasional guna menentukan arah partainya sendiri.

Sementara Partai Hanura sendiri sampai saat ini masih terus menjajagi semua kemungkinan untuk berkoalisi. "Pada prinsipnya kami akan berkoalisi dengan pihak yang memiliki probabilitas menang paling besar atau kuat," pungkasnya.


(zal/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads