"Cenderung pasif, tidak banyak mengeluarkan pendapat selama di kelas," kata Sekretaris Jurusan, Riza Hadikusuma saat ditemui di ruang kerjanya, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/5/2014).
Riza yang juga dosen agama memang pernah mengajar Ayu. Beberapa kali juga Riza pernah menegur Ayu yang tidak memperhatikan pelajarannya.
"Dia maen HP, saya peringatkan," lanjutnya.
Riza menilai Ayu adalah anak yang kurang bisa fokus dengan pelajaran. Seringkali dia melihat Ayu lebih banyak asyik sendiri dengan gadgetnya dibanding memperhatikan dosen.
"Saya sering lihat dia maen laptop," ungkapnya.
Riza juga mengaku pernah menasihati Ayu. Saat mahasiswi yang diduga kabur bersama kekasihnya ini tidak mengikuti UAS dua mata kuliah.
Nama Ayu 'tenar' ketika ayahnya, Sugiyanto, nekat hendak menjual ginjal agar sang putri bisa melanjutkan kuliah. Namun niat itu batal karena banyak pihak yang memberi bantuan, termasuk Mendikbud M Nuh.
Sayangnya, setelah kuliah, Ayu malah menyia-nyiakan kesempatan itu dengan kabur ke luar kota untuk menyusul Firmansyah alias Aan, kekasihnya, ke Pangkal Pinang, Bangbel. Aan sendiri disebut-sebut telah memiliki istri dan anak di Bangbel.
Sugiyanto pun melaporkan masalah ini ke polisi. Begitu mengetahui adanya pelaporan ini, Ayu menghubungi ayahnya dengan private number, meminta sang ayah mencabut laporan itu.
(mok/vid)











































