"Harapan Prabowo, kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan Prabowo siapa lagi. Ini saat terakhir Prabowo bisa menjadi Presiden. Kehati-hatian memilih calon wakil presiden itu sangat penting," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha saat dihubungi, Selasa (13/5/2014).
Syaifullah mengatakan hingga saat ini PPP masih belum mendengar pernyataan resmi dari Prabowo soal duet bareng Hatta Rajasa. PPP berharap dilibatkan dalam pembahasan soal cawapres.
"PPP berharap Prabowo benar-benar memilih cawapres yang dapat mendongkrak suara sehingga bisa menang di Pilpres 2014, kesalahan dalam menentukan pilihan bisa berakibat fatal," ujarnya.
"Kita berharap keputusan soal cawapres dibicarakan dulu dalam rapat koalisi. Kita masih sangat percaya Prabowo sebagai tipikal yang demokratis, membicarakan cawapres bersama, masih ada waktu, masih ada waktu 5 hari," ujar anggota Komisi IV DPR ini.
Syaifullah menegaskan PPP mendukung Prabowo tanpa syarat, tanpa meminta jatah cawapres ataupun kursi menteri. Namun PPP berharap diajak bersama-sama membahas posisi cawapres yang akan mendampingi Prabowo.
"PPP mendukung secara ikhlas dengan pengertian bahwa Prabowo memiliki visi dan misi serta program perubahan. Kalau ikonnya adalah perubahan, wajar kalau ada pertanyaan tentang perubahan, apakah Hatta Rajasa bagian dari perubahan?" ujarnya.
(trq/erd)











































