"Itu semakin banyak dia bohong, terlihat kalau dia sebenarnya tahu," ujar Nazar yang hanya berjarak satu kursi dengan Anas di PN Tipikor, Jakarta, Selasa, (13/5/2014).
Pernyataan itu dilontarkan Nazar setelah Anas membantah tuduhan keterlibatan di proyek Hambalang yang ia layangkan. Anas membantah mentah-mentah kesaksian Nazar.
"Saya tidak ada pertemuan yang dimaksud Nazarudin, saya menduga yang disampaikan adalah pengalamannya sendiri," ujar Anas yang duduknya dengan Nazar terpisahkan oleh Andi Mallarangeng.
Nazar sebelumnya mengungkapkan di depan majelis hakim, bahwa proyek Hambalang adalah 'mainan' Anas, yang dalam persidangan ini terus dia sebut 'bos saya'. Bahkan, Anas disebut pihak yang bisa menentukan agar PT Adhi Karya memenangkan tender proyek Hambalang.
"Wafid Muharram itu menunggu arahan bos saya (Anas) siapa yang menjadi pemenang tender," jelas Nazarudin.
Sementara itu, Anas terus membantah semua keterangan Nazarudin. Bahkan di hadapan hakim Anas menyebut Nazar telah mengumbar fitnah.
"Itu bagian dari ahlufitnah wal jamaah yang mulia," tutur Anas.
(fjr/ndr)











































