"Masalah di Transjakarta banyak sekali," kata mantan Kepala BLU TransJ ini saat menghadiri peluncuran buku 'Memberesi Transjakarta Busway' karya Darmaningtyas di Merdesa Institute/Newseum, Jl Veteran I No 23, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2014).
Akbar menyebut satu per satu kekurangan yang dihadapi TransJ. Kurangnya armada sehingga menyebabkan penumpukan penumpang di setiap halte, jalur yang tidak kunjung steril meski sudah dilakukan sosialiasi hingga penegakan hukum, SPBG yang masih minim, sampai sistem pembayaran e-ticketing.
"Ini adalah masalah yang sampai sekarang belum terlihat titik terangnya," kata Akbar.
Akbar juga menyoroti rencana pembangunan tiga koridor yang belum kunjung terealisasi yaitu Koridor 13 (Manggarai-UI Depok), Koridor 14 (Pondok Kelapa-Blok M), serta Koridor 15 (Ciledug-Blok M).
Terlepas dari kekurangan tersebut, Akbar juga menyoroti dampak positif dari hadirnya bus TransJ di Jakarta, salah satunya adalah meningkatkan gengsi transportasi umum.
"Sekarang orang-orang berdasi tidak canggung lagi menggunakan bus TransJakarta atau busway," kata Akbar.
Hal tersebut merupakan contoh bagi masyarakat banyak agar mau beralih dari kendaraan pribadi dan menggunakan transportasi umum.
(ahy/nrl)










































