Tersangka Bom Kedubes Australia Menyesal
Sabtu, 18 Des 2004 07:32 WIB
Jakarta - Empat tersangka bom di depan Kedubes Australia yang ditangkap 5 November silam di kawasan Leuwiliang, Bogor, Jabar, menyatakan penyesalannya. Rois, Hasan, Apuy dan Sogir meminta maaf kepada keluarga korban bom kuningan, 9 September lalu. "Mereka minta maaf kepada keluarga korban dan mengatakan mudah-mudahan arwah para korban diterima di sisi Tuhan. Yang ngomong itu Rois sebagai perwakilan," kata sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (18/12/2004). Kepada detikcom, sumber tersebut bertutur bahwa memang semula sasaran bom tersebut adalah Kedubes Australia. Bom semula akan diledakkan di dalam areal dalam kedutaan. Rencananya, mobil box putih itu akan menerobos portal penjagaan Kedubes Australia. Bahkan sudah dilakukan survey sebanyak 3 kali untuk mematangkan rencana peledakan tersebut. "Meledak di situ sebenarnya tidak sesuai rencana, karena bingung. Sasarannya kan Heri Golun masuk ke pintu gerbang. Meledaknya kena tembok. Kalau di dalam mungkin ada korban orang asingnya, orang Australia. Kalau ini yang kena kan orang luar, karena meledak di luar. Jadi pemakai jalan juga kena," imbuh sumber tersebut. Motif Peledakan?Bila ditanyakan apa motif peledakan kepada para tersangka yang kini sudah ditangkap, mereka selalu mengatakan bahwa peledakan ini dilakukan untuk membela teman-teman mereka sesame muslim yang dibantai di Afganistan dan Irak. Inti teror hanyalah memberikan shock therapy kepada Amerika Serikat dan sekutunya. "Tujuannya hanya memberikan shock therapi kepada sekutu-sekutu AS untuk menakut-nakuti. Bahwa dalam hal ini umat Islam tidak tinggal diam. Dari mereka ada yang anggota NII ada yang anggota JI, dari beberapa aliran, intinya punya rasa membela teman-teman dalam satu wadah atau tindakan untuk melakukan jihad, itu saja," jelas sumber tersebut.
(fab/)











































