"PD ini kan berkabung, 21 persen lebih dalam pemilu 2009, sekarang hanya dapat 10 persen. Berduka dan berkabung. Tapi kami ikhlas dengan keadaan itu. Pada hari pertama pun, saya menerima sepenuhnya hasil meskipun melalui quick count, selamat kepada para pemenang baik PDI-P, Golkar, maupun gerindra," kata SBY usai menerima Jokowi di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
Menurut SBY semua hasil quick count rata-rata menempatkan PD di angka 9-10 persen. Sehingga hasil real count juga tak berbeda jauh masih dalam margin or error.
"Saudara juga tahu, rakyat Indonesia juga tahu bahwa margin of error dari quick count lembaga survei, +- 1 persen. Jadi kalau dalam hitung cepat, Demokrat dapat 9 sekian persen, dalam real count hitungan resmi yang dilakukan KPU 10 sekian persen. Ini masih wajar, masuk margin of error," terangnya.
SBY berharap semua pihak melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum melempar statement. Apalagi sampai meragukan perolehan suara PD.
"Saya sebagai pemimpin selalu correct dengan data, kalau salah ya salah," tegasnya.
"Lalu berapa sih hasil quick count kemarin? Oke saya paparkan satu per satu. Kompas 9 persen, Cyrus 9 persen, Syaiful Mujani 9 persen, LSN 10 persen, RRI 10 persen, jadi sebenarnya tidak luar biasa, tidak perlu diherankan," pungkasnya.
(van/try)











































