Menag tentang MERS: Tak Ada Pembatasan Haji-Umrah, Lansia Diimbau Menunda

Menag tentang MERS: Tak Ada Pembatasan Haji-Umrah, Lansia Diimbau Menunda

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2014 14:23 WIB
Menag tentang MERS: Tak Ada Pembatasan Haji-Umrah, Lansia Diimbau Menunda
Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan Pemerintah Indonesia tidak membatasi perjalanan haji dan umrah ke Arab Saudi, berkaitan dengan merebaknya virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Namun ditegaskan dia, jamaah yang lanjut usia sebaiknya menunda perjalanan.

"Indonesia tetap akan mengirim jamaah untuk umrah dan tidak melarang dan tidak membatasi haji. Memang ada imbauan bagi jamaah umrah dan haji yang berumur 65 tahun ke atas agar menunda," kata Menag Suryadharma Ali saat ditanya kembali sikap Indonesia terkait MERS.

Hal itu disampaikan Menag di sela-sela Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).

Dalam catatan yang dimiliki Kemenag, risiko sakit dan yang meninggal dalam pelaksanaan haji memang yang berusia 65 tahun ke atas. Namun, usia lanjut memang rawan untuk menunaikan ibadah ke tanah suci.

"Ada virus atau pun tidak ada virus, risiko ada pada usia itu, apalagi pada usia itu sudah mempunyai penyakit kronis, seperti darah tinggi, diabetes, sesak napas, jantung, kolesterol ini adalah risiko tinggi," imbuh dia.

Pemerintah Indonesia tak melarang dan membatasi perjalanan haji dan umrah ke Saudi karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) MERS. Kemudian, tingkat kematian virus MERS adalah 35%, lebih rendah dibanding risiko kematian flu burung yang 84% dan rabies yang 100%.

Kemenag dalam hal ini mengikuti Kemenkes yang membuat langkah-langkah pencegahan berkaitan dengan kebersihan tubuh yang sederhana.

"Kemenkes membuat 5 pedoman yang ditujukan kepada tenaga medis, untuk melakukan langkah, apabila ada yang terjangkit oleh virus ini, dan nanti akan dibuat leaflet yang ditujukan untuk jamaah umrah dan haji petunjuk bagaimana agar tidak terjangkit. Seperti memakai masker, hidup sehat, makan yang bergizi, cuci tangan, mengurangi kerumunan," papar Menag.

Pemerintah juga melakukan tindakan preventif, seperti memasang lagi alat body scanner di bandara yang akan melakukan screening awal bagi siapa saja yang datang dari Saudi.

"Mestinya secepatnya. Kita maunya secepatnya. Imam dari pengendalian virus ini ada pada Menkes, bukan Menag," ujarnya.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads