PBNU Minta Pemerintah Bijak Sikapi Isu MERS, Jangan Sampai Masyarakat Resah

PBNU Minta Pemerintah Bijak Sikapi Isu MERS, Jangan Sampai Masyarakat Resah

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2014 06:58 WIB
Jakarta - Pemerintah harus bijak dalam menghadapi isu virus MERS. Jangan sampai masyarakat panik karena MERS. Apalagi virus yang menyerang pernafasan dan membuat demam ini tengah mewabah di Arab Saudi yang notabene tujuan masyarakat Indonesia untuk umroh dan berhaji.

"Jangan sampai penanganan Mers-Cov justru membuat masyarakat resah," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (13/4/2014). Said dijadwalkan terbang ke Makasar untuk melantik pengurus cabang PBNU Makassar.

Ditambahkan Said, pihaknya meminta pihak-pihak terkait di pemerintahan, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama untuk bekerjasama dengan baik dalam penanganan virus Mers-Cov.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Syahrizal Syarif, mengapresiasi imbauan jamaah umrah untuk sementara waktu tidak berangkat.

"Kalau sekedar imbauan tidak apa-apa, asal jangan sampai keluar larangan. Kalau sudah melarang itu tidak benar, karena ini menyangkut ibadah warga masyarakat ke Tanah Suci," ujar Syahrizal.

Pria pemegang gelar Doktor di bidang epidemologi dan juga taf pengajar di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan, virus Mers-Cov tidak mudah menular antarsesama manusia dengan persinggungan yang minim.

"Virus ini tidak mudah menular jika hanya bersimpangan. Mers-Cov berpeluang besar menular pada kontak yang intens, seperti keluarga dari pengidap yang tinggal serumah, atau tenaga medis yang merawat pengidap," jelas Syahrizal.

Sebagai antisipasi paparan virus Mes-Cov, Syahrizal memberikan beberapa tips, termasuk untuk jamaah umrah di Tanah Suci. Kebersihan diri, disebut sebagai hal utama yang harus diprioritaskan.

"Gunakan masker, selalu menjaga kebersihan, minimal cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta waspada. Artinya, jika memang merasa demam segera periksakan diri ke paramedis," tutup dia.

(ndr/fdn)


Berita Terkait