Blusukan politik kemudian gencar dilakukan sang capres Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah petinggi parpol. Jokowi mencari teman dengan gerak cepat namun bersyarat ketat.
Pria Solo ini menegaskan tidak ada deal bagi-bagi kursi dan berkukuh mengusung sistem presidensial. Bahkan Jokowi ogah menggunakan istilah koalisi. Dia memilih menyebut hubungan pertemanan politiknya nanti, sebagai kerja sama.
Hingga akhirnya, NasDem yang bersedia 'berteman' sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan PDIP. Pernyataan resmi dilakukan oleh Ketum Partai NasDem Surya Paloh di markasnya di Cikini, Jakarta Pusat, (12/4/2014).
Ketatnya persyaratan, seolah menjadi seleksi alam yang dibiarkan Jokowi berjalan alami. Mereka yang tak mau kerjasama, tak akan dipaksa. Saat itu PDIP dihadapkan pada koalisi kerempeng karena diprediksi tak banyak partai yang bisa menerima konsep Jokowi dalam berteman.
Jokowi tak gentar, sejumlah komunikasi politik masih dilakukannya di sela-sela kesibukannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Malam hari sepulang dari Balai Kota menjadi ruang pergerakannya.
Waktu berjalan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi menyatakan bergabung dengan PDIP dan mendukung pencapresan Jokowi. Pernyataan ini pertama kali disampaikan oleh Sekjen PKB Imam Nachrowi dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10/9/2014).
Setelah mendapat gandengan baru dari salah satu partai Islam, Jokowi mulai percaya diri untuk bisa mendapat teman lebih banyak lagi. "Saya kira akan menyusul yang lain," ujar Jokowi di Hotel Aryaduta, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/5/2014) malam.
Saat itu, sejumlah petinggi partai yang sudah menunjukkan itikad merapat ke PDIP. Mereka adalah PKPI, Hanura, dan PPP. Khusus untuk Hanura dan PPP, keduanya kini masih sibuk dengan polemik internal partai. Perbedaan pendapat antara petinggi parpol sepertinya masih menjadi menahan langkah mereka untuk merapat ke Jokowi.
Bahkan, sempat beredar kabar santer yang menyebutkan Mega bertemu dengan Ical di Bali. Sejumlah petinggi PDIP menyebut meski sama-sama berada di Bali, tak ada agenda pertemuan antara keduanya.
Namun, saat ditanyai wartawan tentang pertemuan itu, Jokowi tak menjawab secara gamblang. Seperti biasa, suami Iriana ini hanya memberi sinyal dan memancing tebakan-tebakan.
"Kan saya bilang, nanti sebentar lagi akan ada yang baru, tapi belum," kata Jokowi, Minggu (11/5).
Jika benar ada lagi partai yang bergabung, maka koalisi PDIP tak lagi kerempeng. Perlahan tubuh koalisi ini makin berisi dan menarik perhatian.
(sip/fdn)











































