Gerindra Bawa Sengketa Pemilu ke MK Malam Ini

Gerindra Bawa Sengketa Pemilu ke MK Malam Ini

- detikNews
Senin, 12 Mei 2014 19:34 WIB
Gerindra Bawa Sengketa Pemilu ke MK Malam Ini
Jakarta - Partai Gerindra akan membawa sengketa Pemilu 2014 di 15 dapil ke Mahkamah Konstitusi malam ini. Selain itu, Gerindra juga akan mengajukan aduan ke DKPP.

"Sudah ditetapkan bahwa Gerindra akan mendaftarkan perselisihan hasil pemilu ke MK. Suara hilang nasional ada di kisaran 500 ribu suara. Itu dari 15 dapil tapi masih bisa bertambah lagi," kata kuasa hukum Partai Gerindra Mahendradata di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jaksel, Senin (12/5/2014).

Pihak Gerindra akan mengajukan ke MK malam ini sebelum batas akhir yaitu pukul 23.51 WIB. Mahendra pun optimistis MK bisa menyelesaikan perselisihan Pileg dalam 30 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetap optimis karena kan sudah peraturan. Di 2009, kita dapat tambahan 2-3 kursi lewat MK," ujarnya.

Mahendra menyelipkan kritikan untuk sistem pengaduan perselisihan ke MK yang dilakukan sebelum KPU menetapkan kursi. Hal ini berbeda dengan kondisi di Pemilu 2009.

"Penetapan kursi oleh KPU baru besok. Kalau terjadi, besok Gerindra kehilangan kursi padahal suaranya bagus, harus mengadu ke mana? Siapa yang mengadili? Ada celah dalam pileg ini," kata pria yang juga menjadi kuasa hukum Gerindra saat Pemilu 2009 silam.

Mahendra juga menyoroti sistem penyelesaian sengketa Pemilu di MK yang hanya melihat kembali berkas C1 atau secara kuantitatif. Ia mencontohkan kasus di Kepulauan Riau di mana petugas KPU-nya telah dijadikan tersangka karena memanipulasi suara namun hasil suara yang dimanipulasi itu tetap dibawa ke rekap nasional.

"MK khusus untuk Pileg lebih ke perbandingan data kuantitatif. Mereka berharap ada data c1. Kalau c1 sudah diatur sedemikian hingga oleh oknum dan penyelenggara Pemilu dipersalahkan, tapi hasilnya tetap masuk dan diperhitungkan," keluhnya.

Helmalia Putri, caleg Gerindra Dapil Kepri yang mengaku menjadi korban manipulasi suara menuturkan kisahnya.

"Banyak C1 bodong, ada c1 dicoret-coret dan di-tip ex. Ada juga yang kosong. Ada perubahan suara, kotak suara tidak digembok. Lucunya, KPU-nya sudah tersangka karena manipulasi data tapi kenapa hasil yang dipakai yang sebelumnya," kata perempuan yang populer sebagai pemain sinetron itu.

Karena merasa ada celah di sistem MK tersebut, Gerindra juga akan mengadu ke DKPP. Aduan itu akan diajukan esok hari.

"Ada lembaga lain yang kami harapkan untuk meluruskan yaitu DKPP. Gerindra tidak hanya akan ajukan ke MK. Mulai besok, kita akan sampaikan aduan dan pertanyaan hukum ke DKPP," tutur Mahendradata.

(van/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads