"(Ini bentuk) pengelolaan hubungan antar dua negara," ucap Marty di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (12/5/2014).
Meski belum sepenuhnya berjalan normal seperti sediakala, namun Marty mengakui hal itu perlu dikelola secara intensif bersama untuk mencairkan hubungan kedua negara.
"Belum (normal), tapi tetap harus kita kelola bersama," lanjutnya.
Hubungan Australia dan Indonesia merenggang sejak merebaknya skandal penyadapan telepon milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani dan pejabat tinggi lainnya terungkap. Semenjak itu, Dubes Najib Riphat Kesoema ditarik secara tiba-tiba ke Jakarta.
Ketegangan diplomatik semakin diperparah dengan kebijakan Pemerintah Australia terhadap para pencari suaka. Namun, pembicaraan SBY dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott melalui sambungan telepon sedikit mencairkan ketegangan itu. Juru Bicara Kepresidenan Indonesia Julian Pasha mengatakan Duta Besar Najib Riphat Kesoema akan kembali ke Australia bulan ini.
(nrl/nrl)










































