"Ginandjar Kartasasmita punya banyak nilai plus. Sebagai tokoh non-partai politik, mungkin lebih mudah bagi Prabowo Subianto mengkompromikan dengan parpol-parpol koalisi," kata Mahfudz dalam siaran pers, Senin (12/5/2014).
Hanya saja, Mahfuz Sidik, tidak merinci nilai plus tokoh yang saat ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Jawa Barat itu. Menurutnya, siapa pun tokoh yang akan dipasangkan dengan Prabowo Subianto tentunya harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan parpol koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda prioritas PKS adalah pengokohan partai untuk periode lima tahun ke depan. Soal koalisi merupakan agenda sekunder yang pilihan politiknya harus bisa mendukung pengokohan partai. "Sejauh ini koalisi dengan Gerindra jadi opsi terkuat. Tapi masih terus didalami sebelum dipastikan dan dideklarasikan," terang pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPR ini.
Saat ini, terang Mahfudz, PKS terus mengkaji untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dengan kemungkinan menang dan kalahnya. "Apakah akan kondusif bagi agenda pengokohan partai. Ini penting karena dalam Pileg PKS berhasil meningkatkan perolehan suara (popular vote) dari 8.2 juta pada Pileg 2009 menjadi 8.4 juta pada Pileg 2014," ujarnya.
Meskipun perolehan kursi PKS turun cukup banyak karena melonjaknya angka partisipasi pemilih. Kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden DPP PKS dinilai berhasil menyelamatkan PKS di Pileg ini. "Sosok Anis Matta penting dan sangat dibutuhkan PKS untuk pengokohan ke depan," pungkasnya.
(fiq/trq)











































