"Saya waktu itu ke kost Ayu, saya lihat-lihat laptopnya lalu saya temukan ada banyak histori pencarian tempat buat aborsi sama obat peluntur janin di laptopnya itu," ujar Sugiyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/5/2014).
Tidak hanya itu, Sugiyanto juga pernah mencurigai putrinya itu hamil dari perubahan fisik Ayu. Menurut Sugiyanto, berat badan Ayu bertambah 5 kilogram selama satu bulan.
"Saya pernah tanya sama Ayu, 'Yu, kok badan kamu gemuk'. Lalu anak saya bilang 'Ya pertumbuhan saja pak'," cetusnya.
Setelah mengetahui Ayu berpacaran dengan Fimansyah alias Aan, Sugiyanto juga 'mengabsen' jadwal menstruasi putrinya itu. Hingga sekitar Maret 2014 lalu, Sugiyanto mendapati keanehan pada diri Ayu yang tidak biasanya.
"Biasanya dia suka minta dibelikan pembalut, tetapi satu bulan itu tidak. Kemudian saya pernah tanya kenapa tidak solat, dia jawab lagi 'dapet'. Tetapi saya lihat di tempat sampah tidak ada bekas pembalut," ujarnya.
Semakin khawatir, Sugiyanto pun pernah memijat Ayu ketika Ayu merasa tidak enak badan.
"Saya pegang perutnya kok besar. Dia bilang pertumbuhan berat badannya saja," tuturnya.
Kecurigaan Sugiyanto semakin menjadi, ketika mengetahui keberadaan putrinya ternyata ada di Bangka Belitung. "Saya pikir jangan-jangan dia hamil, mungkin dia mau meminta pertanggung jawaban sama pacarnya," lanjutnya.
Sugiyanto pernah mencoba menghubungi nomor telepon selular Firmansyah alias Aan. Namun Aan tidak membalas pesan singkat Sugiyanto, bahkan mengelak bahwa dirinya adalah Aan.
"Aan pernah SMS dia bilang 'bapak ini ada apa telpon-telpon, SMS, saya ini bukan Aan'. Padahal itu nomornya Aan," teranganya.
Sugiyanto mendapat nomor Aan ketika dipertemukan oleh Ayu. Bahkan, dari hasil penyelidikan polisi, keberadaan Ayu terlacak di Bangka Belitung. Aan sendiri adalah warga Bangka Belitung.
(mei/ndr)











































