Emrus Sihombing, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) mengatakan ada beberapa modal penting yang harus dimiliki cawapres. Apa saja itu?
Β
"Yang pertama adalah solid integrity, dimana tokoh tersebut harus teruji pada semua pengalaman hidupnya. Punya pengalaman politik yang mumpuni, dan memahami kebutuhan rakyat," Ujar Emrus Sihombing, ketika diskusi politik dengan tema Dinamika Politik Penentuan Pasangan Capres-Cawapres di Hotel Gren Alia Cikini, Senin (12/05/2014).
Menurutnya, sosok cawapres juga memiliki kapabilitas yang luar biasa dalam mengelola negara sehingga harus memiliki sifat visioner, yang bisa meneropong Indonesia untuk 50 tahun mendatang.
"Kemudian adalah rekam jejak super, dimana cawapres harus memiliki rekam jejak benar-benar bersih dari KKN atau tindakan diskriminatif," tambah Emrus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kelima adalah solutif, cawapres tidak boleh menjadi bagian permasalahan yang menjadi beban bagi capresnya jika nanti terpilih," jelasnya.
Selain itu, menurut Emrus, cawapres juga harus punya prospek jadi Ketua Umum Partai. Hal ini penting untuk mengamankan kebijakan pemerintah di parlemen. Kemampuan komunikasi politik yang baik juga harus dikuasai cawapres.
"Karena itu, seorang Cawapres haruslah mendapat dukungan mayoritas suara di parlemen," kata Emrus.
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Emrus Corner terdapat seorang tokoh muda dari Partai Golongan Karya (Golkar), yang memiliki tingkat kemampuan komunikasi politik untuk lintas partai. Dia juga termasuk salah satu kandidat Ketua Umum Golkar ke depan.
"Ketokohan tersebut ada pada sosok salah satu kader Partai Golkar, yakni Priyo Budi Santoso," pungkasnya.
(van/van)











































