"Capres ketiga bisa terjadi bila Golkar-Demokrat membuat poros baru. Kendati hingga saat ini SBY masih belum mau menerima Ical, dalam politik semua bisa terjadi," kata pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/5/2014).
Menurut Hendri, bila Golkar-PD membentuk poros baru, ini merupakan poros yang luar biasa. Karena baru 2 partai ini yang memimpin Indonesia lebih dari 1 periode.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Figur Anies Baswedan sangat layak dipertimbangkan. Figur Anies jelas dapat bersaing dengan figur Jokowi dan Prabowo. Muda, tegas, bersih, pekerja keras dan merakyat ada dalam sosok Anies Baswedan," lanjut Hendri.
Kelak, bila 15 Mei SBY mengumumkan Anies sebagai pemenang konvensi dan sebagai capres PD menurut Hendri, ini akan mengubah konstelasi politik dan citra PD. Siapa yang mendampingi Anies juga tidak sulit dicari. Asal tidak memaksakan Ical sebagai cawapres, poros ini bisa bersaing sengit dengan capres yang ada.
"Figur ekonom atau militer cocok menjadi cawapres Anies, oleh karena itu nama-nama seperti Agus Martowardoyo, Sri Mulyani, Luhut Panjaitan, Pramono Edi, Gita Wirjawan, Abraham Samad dan Rizal Ramli pantas dipertimbangkan sebagai cawapres Anies," kata Hendri.
"Patut diingat, garis politik PDIP dan Gerindra yang sama akan membuat mereka berebut suara yang sama pula. Oleh karena itu kemunculan Anies sebagai capres poros baru sangat berpeluang maju ke putaran kedua," pungkasnya.
Anies Baswedan (45) adalah sarjana ekonomi dari UGM. Pendidikan selanjutnya dia selesaikan di University of Maryland College Park dan Northern Illinois University.
(van/nrl)











































