"Saya salah. Saya menyesal SMS Pak Akil," kata Susi dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor, Jakarta, Senin (12/5/2014).
Menurut Susi, pesan singkatnya tersebut berbuntut panjang. Akil langsung meminta uang agar Amir yang mengajukan gugatan bisa dimenangkan.
"Karena SMS itu, Pak Akil meminta uang ke saya. Jadinya begini," kata Susi.
Setelah mendapatkan SMS itu, Akil menelepon Susi Tur pada 28 September 2013. Dia meminta uang Rp 3 miliar disiapkan agar Amir bisa dimenangkan.
Susi pun bergerak mencari dana. Dia mendapatkan Rp 1 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut.
Namun jumlah itu tentunya masih kurang. Hingga tanggal 1 Oktober, saat putusan sela sengketa Pilkada tersebut akan dibacakan, uang Rp 3 miliar belum terkumpul.
"Saya SMS Pak Akil. Pak tolong bantu saudara saya. Saya sudah siap 1," ujar Susi.
Akil membalas SMS tersebut, dengan kalimat ketus. "Nggak usah semua. Biar kalian kalah, nggak sesuai janjinya," ujar Akil seperti ditirukan Susi.
Siang harinya MK memutuskan Pilkada ulang di Lebak. Uang Rp 1 miliar dari Wawan itu tak pernah sampai ke Akil karena esok harinya, Susi dan Akil serta Wawan tertangkap KPK.
(fjr/aan)











































