Travel Warning 3 Negara Dinilai Terburu-buru
Jumat, 17 Des 2004 17:56 WIB
Jakarta - Kepolisian menilai travel warning yang dikeluarkan Australia, Inggris dan Selandia Baru terlalu cepat dan terburu-buru, karena faktanya hingga kini tidak ada laporan intelejen yang menyatakan akan adanya serangan teroris, terlebih dengan menyebut Hotel Hilton sebagai salah satu target utama serangan teror."Itu terlalu cepat dan tidak terbukti. Itu jauh panggang dari pada api, karena laporan intelejen hingga kini tidak ada, dan sudah dicek juga tidak ada," kata Direktur VI Anti Teror Bom Mabes Polri Brigjen Pol. Pranowo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat, (17/12/2004).Pranowo menyatakan, pihak intelejen luar negeri mendapat informasi ada seseorang yang akan melakukan penyerangan dan ternyata informasi tersebut salah karena ternyata orang yang diduga akan melakukan serangan hanya orang biasa dan tidak tahu apa-apa."Australia terlalu cepat, dia menginformasikan dan mengeluarkan travel warning, baru kemudian ngecek dan ternyata itu tidak benar," katanya.Bahkan Pranowo menambahkan, dari keterangan empat tersangka pelaku teror yang awal November lalu baru tertangkap mengatakan, tidak ada rencana pengeboman menjelang Natal dan Tahun Baru 2004.Rois, salah satu otak peledakan bom di Kuningan, dan kawan-kawannya yang belum lama ini tertangkap, menurut Pranowo, mengatakan belum ada rencana itu.Sebelumnya, Pranowo mengatakan, dari keterangan para tersangka, biasanya ledakan disiapkan dalam waktu enam bulan dan bila enam bulan target tidak tercapai maka ledakan akan disiapkan dalam jangka waktu satu tahun. Bahkan biasanya model-model serangan Rois Cs selalu menunggu saat-saat polisi atau aparat keamanan lengah baru mereka beraksi.
(umi/)











































