Mengenang para aktivis yang hilang di Jl Pemuda, Jakarta Timur, Senin (12/5/2014) digelar orasi dan tandatangan mengenang kembali tragedi Mei lalu.
Aksi ini diikuti sekitar 50-an mahasiswa dan orangtua korban orang hilang. Tembok di Jl Pemuda itu dihiasi mural berbagai tuntutan, harapan, curahan hati agar orang yang hilang bisa kembali.
Gambar aksi kamisan dengan payung hitam di depan Istana Negara juga ada di mural itu. Ada 10 gambar mural yang terpampang.
Di mural itu juga, Ruyati, salah satu orangtua korban 12 Mei, Efen Karyana Mahasiswa UI yang masih hilang sampai sekarang membubuhkan tanda tangan.
"Jangan diam, tuntaskan kasus pelanggaran HAM", "Anakku berjuanglah terus untuk keadilan," demikian tulis Ruyati.
(ndr/mad)











































