Namun kerap kali kemacetan di tol terjadi karena kecelakaan kendaraan dan yang paling sering truk. Tengok saja informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Senin (12/5/2014). Pagi ini saja sudah dua kecelakaan truk terbalik di ruas tol.
Laporan TMC, sebuah truk terbalik sekitar pukul 05.30 WIB di Km 19 Tol Karawaci. Kemudian sekitar pukul 07.45 WIB, kembali sebuah truk terguling di km 11.600 Tol Karang Tengah arah Tangerang. Kecelakaan truk ini mau tak mau cukup membuat arus lalu lintas tersendat.
Tak hanya soal kecelakaan yang disebabkan truk atau kendaraan lain, sejumlah pembaca detikcom, mempunyai pendapat soal kemacetan yang terjadi di jalan berbayar yang dalam aturannya memiliki kecepatan minimal dan maksimal berkendara itu.
"Penyebab kemacetan didominasi pada pintu keluar masuk tol. Salah satu solusi adalah memperbanyak pintu keluar masuk. Atau ada pembatasan jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol," sebut Donhadito dalam komentarnya.
Soal pintu keluar masuk itu memang sempat menjadi pertanyaan benarkah karena pintu keluar dan masuk? Kalau soal ini tentu kita ingat amukan Menteri BUMN Dahlan Iskan di tol, ketika mendapati kemacetan di gerbang tol. Tapi, kemacetan di pintu ini tentu karena memang padatnya volume kendaraan.
Ada lagi seorang pembaca detikcom lainnya menyampaikan, kemacetan di tol ini karena justru banyaknya pintu keluar masuk. Jadi banyak titik membuat banyak mobil masuk dan kepadatan menumpuk di tol. Ada juga yang mengusulkan kalau kemacetan di tol bisa dikurangi dengan menaikan tarif tol lebih tinggi.
Tentu menjadi persoalan yang sulit dan rumit mengurangi kemacetan di jalur bebas hambatan ini. Pastinya kemacetan kini menjadi keseharian, tak saja di jalan non tol tapi juga di jalan tol.
(ndr/ahy)











































