Evaluasi 50 Hari Kerja Kabinet
Baru Tiga Program Diselesaikan
Jumat, 17 Des 2004 17:15 WIB
Jakarta - Program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono baru sebagian kecil yang diselesaikan. Dari 66 program kerja yang dicanangkan Kabinet Indonesia Bersatu baru tiga program diselesaikan dan empat lainnya selesai 50 persen.Hal ini disampaikan Menteri Negara Perencana Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers usai usai sidang kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (17/12/2004), yang membahas evaluasi 50 hari pertama pemerintahan SBY.Dijelaskan Sri Mulyani, tiga program kerja yang telah diselesaikan yakni penerbitan Inpres No.5/2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, persiapan dan pelaksanaan kunjungan presiden ke KTT APEC dan KTT ASEAN, serta pembayaran tunjangan hari raya (THR) tepat waktu bagi pegawai negeri sipil.Sedang empat program yang baru selesai sebagian adalah tentang visa on arrival, peningkatan kompetensi tenaga didik, illegal logging, dan kepastian usaha di sektor tambang. Sedang 59 sisanya masih dalam proses.Program-program yang masih dalam proses ini sebagian besar adalah persoalan yang memiliki dimensi struktural dan membutuhkan tingkat keseriusan sangat tinggi. "Bukan berarti kalau tidak selesai dalam 100 hari programnya gagal. Melainkan akan kami masukkan dalam program tahunan," ujar Sri Mulyani.SBY melantik kabinetnya pada 21 Oktober 2004. Dalam pidatonya, SBY mengatakan program utama kerja 100 hari pemerintahannya adalah pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Presiden akan memimpin langsung upaya pemberantasan korupsi tersebut.Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, SBY mengusung program besar yang terangkum dalam konsolidasi, konsolidasi, dan aksi, atau disingkat dengan K2A.
(gtp/)











































