PT Unilever: Kami Sadari Kesalahan Ada di Pihak Kami

Bagi-Bagi Es Krim Gratis Rusak Taman

PT Unilever: Kami Sadari Kesalahan Ada di Pihak Kami

- detikNews
Senin, 12 Mei 2014 00:35 WIB
PT Unilever: Kami Sadari Kesalahan Ada di Pihak Kami
Foto: Zainal Effendi/detikcom
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil murka. Keduanya geram akibat dampak dari penyelenggaraan 'Wall's Ice Cream Day' yang diselenggarakan di dua kota itu. PT Unilever sebagai pihak yang punya hajatan pun mengakui bahwa kesalahan ada di pihaknya.

"Kami menyadari ada kesalahan di pihak kami," kata Head Coorparate Communication PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (11/5/2014), saat disinggung mengenai rencana Risma melaporkan panitia acara terkait kerusakan Taman Bungkul.

Kesalahan itu adalah dengan tidak adanya persiapan membludaknya animo masyarakat dalam acara bagi-bagi es krim gratisan.

"Orang-orang yang datang besar dan banyak sekali. Ini semua pembelajaran. Setelah selesai kami akan lakukan antisipasi ke depannya," ujar Maria.

Maria mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pejabat-pejabat di Pemeritah Kota Surabaya untuk dapat mengupayakan bertemu langsung dengan Risma.

"Kita sebetulnya sangat ingin bertemu langsung untuk meminta maaf," kata Maria.

Namun, hingga Minggu (11/5/2014) malam, pihak Unilever belum mendapatkan kepastian jadwal bertemu dengan orang nomor satu di Surabaya itu. "Kami belum dapat jadwalnya," kata Maria.

Di Surabaya, Wali Kota Risma geram karena acara bagi-bagi es krim gratisan ini berdampak pada rusaknya sejumlah fasilitas taman. Begitu pula di Bandung. Acara serupa yang digelar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana tadi pagi, membuat kemacetan parah di sejumlah ruas jalan.

Selain itu, kantor pemerintahan pun menjadi lautan sampah. Bungkus es krim berserakan di mana-mana. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil alias Emil pun geram. Sementara itu, pihak Unilever sendiri mengklaim dari penyelenggaraan di enam kota lainnya, termasuk Jakarta, berjalan lancar.


(ahy/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini