"Terkait dengan adanya pemberitaan tentang saya yang akan dipasangkan dengan ARB sebagai capres-cawapres karena saya dinilai sebagai salah satu kader terbaik PPP, saya merasa bahwa saya bukanlah yang terbaik di PPP," kata Lukman dalam siaran persi yang diterima, Minggu (11/5/2014).
Lukman tak memiliki kapasitas untuk menjadi cawapres. Dia mengapresiasi pinangan itu, namun tak akan menerimanya.
"Saya menilai diri saya sendiri bukanlah pribadi yang tepat untuk mengemban amanah dan tanggungjawab tersebut. Saya tentu amat mengapresiasi pihak-pihak yang mengusulkan saya sebagai cawapres, tapi dengan segala hormat saya kepada mereka, saya harus jujur menyatakan bahwa jabatan itu untuk saat ini bukanlah posisi yang layak dan pantas untuk saya duduki," ujarnya.
Ikhwal soal 'pinangan' Ical ke Lukman diungkap Sekjen PPP Romahurmuziy. Romi, demikian dia disapa, menyebut ada pergerakan dari Golkar mendekati partainya.
"Figur yang dilamar memang salah satu kader terbaik ya, Pak Lukman Saifuddin, dia Wakil Ketua MPR," kata Sekjen PPP Romahurmuziy di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
(trq/try)










































