Tapi ada kisah yang menunjukan bagaimana akrabnya Prabowo dan Jokowi sebelum adanya ajang Pilpres ini. Kisah ini diceritakan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang juga merupakan adik kandung Prabowo.
Hashim mengatakan bahwa dirinya saat Pilgub Jakarta 2012 lalu sangat mendukung Jokowi untuk dicalonkan sebagai Gubernur.
"Saya yang mendukung dan mengusulkan Jokowi sebagai calon gubernur," kata Hashim saat pidato di acara deklarasi dukungan Alumni Trisakti untuk Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014).
Menurutnya, dialah yang meyakinkan Prabowo untuk bisa menerima Jokowi sebagai cagub. "Saya yang mengatur pertemuan antara Prabowo dan Jokowi bulan Maret 2012. Disanalah akhirnya Prabowo mendukung Jokowi, walaupun saat itu Mega memiliki calon lain," cerita Hashim.
Selain setuju mendukung Jokowi, menurut Hashim, Prabowo juga bukan orang yang anti pada ras dan agama tertentu. Buktinya dia mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk duduk di dalam pemerintahan.
"Ini menunjukkan kalau Prabowo bukan anti Cina. Walaupun banyak yang menolak Cina dan Kristen duduk di pemerintahan, tapi Prabowo dapat mendukung mereka dengan fair. Dia memang orang yang keras, tapi fair dan sangat jujur, saat ini mungkin ini yang diperlukan," ujar Hashim.
(slm/ndr)










































