Di Hadapan Mahasiswa Manado, Jokowi Curhat Soal Kinerjanya di Jakarta

Di Hadapan Mahasiswa Manado, Jokowi Curhat Soal Kinerjanya di Jakarta

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 16:11 WIB
Di Hadapan Mahasiswa Manado, Jokowi Curhat Soal Kinerjanya di Jakarta
Manado - Bakal calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, untuk bertemu relawan dan menjadi pembicara di Kampus Universitas Negeri Manado. Jokowi bercerita seputar sepak terjangnya membenahi Ibukota.

Jokowi menjadi pembicara di ruang Auditorium Bukti Inspirasi, Universitas Negeri Manado, Tondano, Sulawesi Utara, Sabtu (10/5/2014). Dalam paparannya, Jokowi menceritakan soal bagaimana dia memindahkan masyarakat Jakarta dari wilayah kumuh di sekitar Waduk Pluit dan Ria Rio ke rumah susun dan menjadikan waduk tersebut sebagai ruang publik.

"Pembangunan publik seperti ini di tengah kota baik sekali. Di Jakarta sekarang ini ruang publik bayar. Masuk ke ruang publik seperti Taman Mini saja bayar. Nah, ini waduk yang dulunya tidak terawat dan kumuh, sekarang kita jadikan ruang terbuka hijau, ruang publik," kata Jokowi.

Jokowi mengaku, dulunya dia tidak tahu jika ada waduk di Ria Rio, karena tertutup oleh enceng gondok dan terlihat seperti lapangan sepakbola. "Benar, saya itu dulu tidak tahu kalau itu waduk," katanya.

Kemudian, dia mencoba membujuk warga di sekitaran Waduk Pluit dan Ria Rio untuk mau pindah. Warga pun difasilitasi ruma susun, lengkap dengan perbaotan TV, kasus dan kulkas.

"Kita pindahkan ke rusun dan waduknya kita jadikan ruang publik. Kita beri TV, kulkas, ada sekolahnya, pengobatannya. Kalau tidak seperti itu buyar lagi programnnya," kata Jokowi sambil memperlihatkan foto lewat layar besar.

Paparan Jokowi dismabut tepuk tangan sekitar 100 hadirin di ruang itu.

Tak hanya itu, Jokowi juga menjelaskan soal 'Lobi makan siang' yang dijadikannya sebagai senjata untuk membujuk warga agar mau pindah dari lahan yang tidak selaiknya ditempati.

"Saya kalau makan, sama masyarakat betul-betul saya siapkan yang paling mewah karena saya pengin rakyat juga merasakan. Diajak makan enak banget, ruangan bagus, ya sudah, kalau ditanya setuju ndak? Ndak ada yang berani bilang tidak," ujar Jokowi yang kemudian disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan soal program lelang jabatan camat dan lurah yang menjadi andalannya. Kali ini, Lurah Lenteng Agung, Susan, menjadi contoh pemaparannya.

"Setelah tes lelang jabatan lurah selesai, terpilihlah Bu Susan sebagai lurah dan ditempatkan di Lenteng Agung. Di wilayah ini mayoritas warganya muslim, tapi Lurah Susan sendiri non muslim. Lalu mendapat penolakan. Mereka mendatangi saya, menemui saya dan meminta agar Lurah Susan diganti. Namun saya itu menempatkan orang berdasarkan kemampuannya. Empat kali datang, dan saya bilang tidak! Ini adalah wewenang saya," kata Jokowi.

"Ini memberikan gambaran bahwa pemimpin yang tegas dan tidak ragu-ragu kemudian ada masalah begini pasti rampung. Negara ini perlu ketegasan, penegakan hukum yang tegas. Artinya, berani mengambil resiko," tambah Jokowi.



(jor/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads