"Saya kira hasil yang ada sekarang ini secara umum menunjukkan sebuah pluralitas partai-partai," kata Jokowi di Swiss-Belhotel Maelosan, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (10/5/2014).
Sementara itu, Wasekjen PDIP, Enrico Sotarduga mengaku bingung dengan hasil rekapitulasi Pileg 9 April lalu. Sebab hasil rekapitulasi oleh KPU dirasa jauh dengan hasil dari versiu penghitungan cepat.
"Saya bingung, kok bisa jauh sekali dari hasil survei terakhir. Bingung karena dari hasil beberapa survei, bisa mencapai minimum di angka 22 maksimal di 28. Artinya kalau dikatakan dari margin error juga tidak begitu jauh. Ini memang masih masuk batas margin error, tapi ini memang jauh dari yang kita harapkan," kata Enrico.
"Ini berarti masyarakat yang sudah terlalu cerdas, tidak terikat pada satu partai," tambahnya.
Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara DPR dan DPD akhirnya bisa selesai sesuai tepat waktu. KPU selanjutnya menetapkan hasil pemilu legislatif. Hasilnya, PDIP meraih suara tertinggi.
"Menetapkan memutuskan keputsan KPU tentang hasil pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten kota secara nasional dalam pemilu 2014," kata komisi ketua KPU Husni Kamil Manik di kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (9/5/2014).
Keputusan KPU itu tertuang dalam nomor 411/kpts/KPU/2014 tentang penetapan hasil pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten kota secara nasional dalam pemilu 2014.
Berikut perolehan suara 12 partai politik nasional:
1. Nasdem: 8.402.812 (6,72%)
2. PKB: 11.298.957 (9,04%)
3. PKS: 8.480.204 (6,79%)
4. PDIP: 23.681.471 (18,95%)
5. Golkar: 18.432.312 (14,75%)
6. Gerindra: 14.760.371 (11,81%)
7. Demokrat: 12.728.913 (10,19%)
8. PAN: 9.481.621 (7,59%)
9. PPP: 8.157.488 (6,53%)
10. Hanura: 6.579.498 (5,26%)
Jumlah seluruh suara sah: 124.972.491 suara.
(jor/rvk)










































