Ical Tersingkir, Bagaimana Kans Ginandjar Jadi Cawapres Prabowo?

Ical Tersingkir, Bagaimana Kans Ginandjar Jadi Cawapres Prabowo?

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 06:48 WIB
Ical Tersingkir, Bagaimana Kans Ginandjar Jadi Cawapres Prabowo?
Jakarta -
Selain Ketum Golkar Aburizal Bakrie, masih ada nama kader senior Ginandjar Kartasasmita yang muncul sebagai cawapres Prabowo Subianto. Setelah Ical tersingkir dari bursa cawapres Prabowo, masihkan Ginandjar punya peluang?

Seperti yang diberitakan beberapa hari lalu, Prabowo dikabarkan sudah membuka komunikasi dengan Ginanjar Kartasasmita agar bersedia menjadi cawapres. Konon Prabowo sendiri sudah meminang Ginandjar untuk berduet dengan dirinya di Pilpres 2014.

Nama Ginandjar memang muncul sebagai satu dari enam cawapres yang diusulkan ormas dan sayap Partai Golkar. Selain Ginandjar, masih ada sejumlah nama lain seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Luhut Pandjaitan, Agung Laksono, dan Priyo Budi Santoso. Nama-nama itu muncul sebagai hasil dari pertemuan ormas dan sayap Golkar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014), malam.

Jika dibandingkan dengan nama-nama yang saat ini ramai disebut sebagai Capres dan Cawapres, Ginanjar merupakan tokoh yang paling senior. Saat ini Ginandjar menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah. Ginandjar punya sederet pengalaman di eksekutif dan legislatif. Ia pernah menjabat Ketua DPD RI dari 2004-2009 dan Wakil Ketua MPR RI.

Ginandjar juga pernah menjabat sejumlah posisi di kabinet seperti Menko Ekonomi Keuangan dan Industri (1998), Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas (1993-1998), Menteri Pertambangan dan Energi (1988-1993), Ketua BKPM (1985-1988), Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (1983-1988), Asisten Sekretaris Kabinet Urusan Administrasi Pemerintahan, Sekretariat Kabinet (1976-1978). Ia merupakan motor dari mundurnya 14 menteri pada Mei 1998 silam. Pengunduran diri 14 menteri tersebut, memicu pengunduran diri Soeharto dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998.

Selain itu ia juga pernah menjabat Kabag Penelitian, Biro Analisa dan Perundang-undangan, Sekretariat Negara (1968-1971), Ditjen Penelitian & Pengembangan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sekarang TNI-AU.

Namun kini Prabowo Subianto kabarnya condong kepada Hatta Rajasa. Masihkah Ginandjar punya peluang dan membawa Golkar jadi salah satu barisan koalisi pengusung Prabowo?
(dha/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads