WNI Asal Makassar Terjangkit Virus MERS di Arab Saudi

WNI Asal Makassar Terjangkit Virus MERS di Arab Saudi

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 04:21 WIB
WNI Asal Makassar Terjangkit Virus MERS di Arab Saudi
ilustrasi
Jakarta - Seorang WNI di Arab Saudi didapati positif terinfeksi virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan MERS-CoV. WNI yang merupakan seorang jamaah umroh asal Makassar tersebut saat ini dirawat secara intensif di RS King Fahd yang merupakan salah satu RS rujukan bagi penanganan penderita MERS-CoV.

KJRI Jeddah, dalam siaran persnya kepada detikcom, Sabtu (10/5/2014), mendapatkan laporan mengenai kasus ini pada hari Kamis 8 Mei. KJRI langsung mengirimkan Tim guna mendatangi RS King Fahd untuk mengetahui kondisi pasien WNI dan memastikan langkah penanganan di RS tersebut.

Diketahui pasien laki-laki tersebut berasal dari Makassar dengan usia 84 tahun. Pasien itu masuk ke Arab Saudi pada 15 April 2014.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari dokter yang menangani di RS King Fahd, pasien WNI mengalami keluhan sakit di bagian dada, dan selanjutnya dirawat di Ruang ICU. Pada pemeriksaan lebih lanjut, pria asla Makassar itu dinyatakan positif terinveksi virus MERS-CoV dan saat ini dalam perawatan intensif di ruang isolasi RS King Fahd Jeddah.

Menurut penjelasan pihak RS dan dokter yang menangani, keadaan dan kondisi kesehatan pasien menunjukkan perkembangan baik dan diharapkan akan terus mengalami perbaikan selama dalam perawatan. Pihak keluarga saat ini menunggu di Jeddah.

Rencananya piihak keluarga juga akan diperiksa secara medis untuk mengetahui dan memastikan apakah juga terindikasi suspect virus MERS-CoV, meskipun kondisi kesehatan pihak keluarga pasien saat ini dalam keadaan baik. Dijadwalkan pemeriksaan akan dilakukan paling lambat Minggu 11 Mei.

KJRI hingga saat ini terus memantau dari dekat penanganan kasus ini, melalui koordinasi dengan pihak RS dan pihak-pihak terkait lainnya. Pada saat bersamaan, upaya-upaya diseminasi informasi juga terus dan secara intensif dilakukan untuk meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan masyarakat Indonesia mengenai bahaya virus MERS-CoV yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.


(rvk/dha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads