"Sekitar jam 02.00 WIB, Sabtu 3 Mei, ada 2 orang yang menjemput tapi nggak ada yang ngenalin," kata kakak kandung korban, Jufrin saat dihubungi, Jumat (3/5/2014)
Jufrin mengatakan Kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Tangerang pada 4 Mei lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda menggembirakan.
Ayah 2 anak ini tinggal di rumah kontrakannya bersama 2 orang rekannya. Saat kejadian, kedua temannya sedang menumpang nonton TV di rumah tetangganya.
Istri dan anaknya saat ini tinggal di Sumedang, Jawa barat. Meski sudah mengetahui kejadian ini, mereka disarankan untuk tinggal di Sumedang dan menunggu kabar dari Jakarta. Hingga saat ini pihak keluarga masih mencari tahu penyebab penjemputan paksa ini. Baharuddin, lanjut Jufrin, dikenal sebagai pribadi yang baik-baik. Dia juga meyakini kakaknya tak ada masalah sedikitpun.
"Dia anak baik, tak ada musuh sama sekali," sambungnya.
Hingga saat ini adiknya memang belum memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya mengikuti seseorang yang disebutnya 'bos' bila diajak mengerjakan sesuatu.
"Kami dari keluarga berharap setidaknya ada kabar keberadaannya," harap Jufrin.
(bil/rvk)











































