Ahok, ingin agar JPO dikelola secara komersil. Malah, menurutnya, akan lebih baik kalau dibuat jadi toko-toko dan dipasangi AC. “Kita lebih ingin JPO itu sekalian jadi tempat dagang saja. Sekarang saja kan sudah jadi tempat dagang, digedein saja. Ada tokonya, disewain, dipasangin AC, dan ada yang nungguin,” kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (9/5).
“Kalaupun pembangunannya lebih lama dikit juga enggak apa-apa, daripada enggak jelas,” imbuh Ahok.
Usul ini, kata dia, demi mengurangi stigma buruk soal JPO yang kerap dianggap tidak aman dan rentan menjadi lokasi pelecehan seksual terutama bagi para wanita. Selain itu di beberapa JPO yang tidak dilengkapi dengan penerangan yang baik juga sering jadi lokasi kejahatan seperti perampokan.
Ahok menuturkan, pihaknya berusaha meminimalisir tindak kejahatan dengan merenovasi JPO yang ada. “Kita sudah ubah, ditutup bawahnya, minimal cowok enggak bisa lagi ngintip kalau ada cewek yang rok. Karena semua memang ajimumpung, cowoknya pada ngintip, kurang ajar kan. Kita enggak tutup habis, nanti malah jadi makin mengerikan lagi,” jelasnya.
(ros/rvk)











































