Demi Pelayanan Prima, JK Usulkan Dokter Batasi Jam dan Tempat Bekerja

Demi Pelayanan Prima, JK Usulkan Dokter Batasi Jam dan Tempat Bekerja

- detikNews
Jumat, 09 Mei 2014 19:29 WIB
Demi Pelayanan Prima, JK Usulkan Dokter Batasi Jam dan Tempat Bekerja
Jakarta - Tugas utama seorang dokter untuk menyembuhkan seseorang yang sedang sakit. Lalu bagaimana bila dokternya sendiri yang tak menjaga kesehatan?

Hal ini yang sangat diwanti-wanti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi pembicara di diskusi bersama puluhan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (9/5/2014) di kantor PB IDI, JAlan GSSY Ratulangi, Jakarta Pusat. JK meminta agar dokter tak 'nakal' pada dirinya sendiri.

"Ada dokter yang nggak tahu diri, memaksakan kesehatannya menangani pasien sampai tengah malam. Yang kasihan bukan hanya dokternya saja, tapi juga pasiennya. Bisa salah ngasih diagnosa itu. Jangan-jangan copy paste saja itu nanti resepnya," canda JK yang diiringi tawa dokter dan wartawan yang hadir.

Dokter yang tak menjaga kondisi kesehatannya dinilai JK sebagai dokter yang nakal. Bila kondisi kesehatan dokter terganggu, ia memastikan akan berpengaruh pada kinerja dan pasiennya.

Karena itu ia mengusulkan agar dokter membatasi jam kerjanya. Usulnya, seorang dokter hanya bekerja hanya di 2 atau maksimal 3 tempat.

"Saya minta dokter hanya boleh praktek sampai jam 20.00 WIB supaya bisa lebih baik lagi. Terkadang ada pasien yang minta konsultasi jam 12 malam. Salah total, mana efektif periksa pada saat praktek malam! Utamakan kesehatan dokter sendiri juga. Tidak ada di negara maju praktek jam 24.00 WIB. Kita juga harus menjaga kesehatan dokter kalau tidak kita akan terus kalah dengan negara lain," ucap ketua PMI ini.

Selain itu, JK juga mengkritisi prilaku pasien di Indonesia yang dinilainya sering tak ikut aturan. Salah satunya, kalangan menengah ke atas yang menurutnya enggan memeriksakan diri ke dokter umum. "Pasien yang mampu mana mau ke dokter umum mereka langsung merujuk ke dokter spesialis. Kalau sakit ke dokter umum dulu dong. Rakyat biasa sudah berjalan tapi yang harus diubah di golongan menengah dan elite ini," ujar JK dengan wajah serius.

Ia mengakui bahwa meski ada perbaikan, namun masih banyak kekurangan yang menjadi PR pemerintah di bidang kesehatan. JK meminta seluruh rakyat dan tenaga medis untuk bahu membahu meningkatkan kualitas kesehatan Indonesia.

(bil/rvk)


Berita Terkait