KAHMI Gelar Munas ke-7, Siap Dukung Kebijakan SBY
Jumat, 17 Des 2004 16:30 WIB
Jakarta - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan melaksanakan Munas ke-7 pada 19-23 Desember 2004 di hotel Cempaka, Jakarta. Rencananya, munas akan mengambil kebijakan mendukung pemerintah dalam memperbaiki Indnesia.Hal ini dinyatakan Anggota Presidium KAHMI Asri Harahap dalam jumpa pers di KAHMI Center, Jl. Senopati, Jakarta, Jumat, (17/12/2004)."Munas ke-7 ini temanya adalah reorientasi peran KAHMI menuju Indonesia baru. KAHMI melihat sepanjang dari janji, program dan visi misi, pemerintah punya itikad baik. Maka dengan munas ini KAHMI bertekad memberi peran optimal pada pemerintah sekarang," ungkap dia.Menurut Asri, KAHMI versi Fuad Bawadzier yang sekarang berkantor di Jl. Madiun, Menteng, Jakpus, tidak diundang dalam munas nanti."KAHMI versi Fuad Bawadzier tidak dikenal dan secara legal tidak terdaftar di Departemen Kehakiman dan Depdagri. Sedangkan Fuad Bawadzier sendiri sekarang masih diskors dari pengurus KAHMI karena menghianati hasil munas ke-6 tahun 2000 lalu," ujarnya.Asri juga menjelaskan, Majelis Nasional KAHMI juga tidak menyetujui visi KAHMI versi Fuad yang seakan-akan ingin menyeret KAHMI ke politik praktis."KAHMI tisak akan ikut-ikut dalam politik praktis, dan dalam munas ke-7 nanti KAHMI akan menawarkan lagi format kepemimpinan kolektif atau presidium seperti yang ada sekarang supaya membentengi KAHMI dari politik praktis," katanya.Dia juga menyatakan, meski tidak diundang dalam Munas ke-7, KAHMI tetap akan mengimbau KAHMI versi Madiun untuk kembali bersatu dengan Majelis Nasional KAHMI.
(umi/)











































