Digagalkan Serda Yudi, Ini Alasan Remaja Nekat Perkosa ABG Beramai-ramai

Digagalkan Serda Yudi, Ini Alasan Remaja Nekat Perkosa ABG Beramai-ramai

- detikNews
Jumat, 09 Mei 2014 18:05 WIB
Digagalkan Serda Yudi, Ini Alasan Remaja Nekat Perkosa ABG Beramai-ramai
Semarang - Tiga remaja yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan gadis 13 tahun di lapangan tidak jauh dari SMAN 14 Semarang nekat melakukan aksinya karena pengaruh film porno. Mereka mengaku bernafsu karena sering menonton video porno di telepon seluler.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Semarang Utara Kompol Budiman Gultom. Ia mengatakan tiga pelaku kerap menonton film porno, sehingga pada malam kejadian yaitu hari Rabu (7/5) lalu mereka melampiaskan ke pacar rekannya.

"Mereka sering menonton film porno di handphonenya. Nafsu mereka kemudian dilampiaskan kepada korban di Lapangan 25," kata Budiman kepada detikcom di Mapolsek Semarang Utara, Jumat (9/5/2014).

Korban sempat ditampar karena berusaha melawan dan berteriak. Aksi tersebut disaksikan oleh 9 remaja lainnya temasuk pacar korban. Beruntung perbuatan bejat tersangka berhasil digagalkan Serda Yudi anggota Koramil 03 Kecamatan Semarang Timur dan Semarang Utara yang menghampiri lokasi setelah mendengar laporan kakak korban kepada satpam tidak jauh dari lokasi.

"Korban sempat menelepon kakaknya, dia bilang kalau mau datang jangan sendiri karena pelaku banyak. Kemudian handphone korban direbut pelaku. Beruntung ada anggota TNI yang tiba dulu di sana, kami setelah mendengar laporan tersebut juga ke lokasi," tutur Budiman.

Menurut pengakuan korban, pacarnya sempat berusaha menghalangi tapi mundur setelah dibentak pelaku. Namun salah satu pelaku justru mengatakan kalau pacar korban yang merencanakan aksi tersebut. Kasus tersebut masuih terus didlami karena hingga saat ini pacar korban belum diketahui keberadaanya.

Pelaku dikenai pasal Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Meski gagal melakukan pemerkosaan, mereka sudah mencabuli gadis belia itu dan berusaha menanggalkan pakaian korban.



(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads