"Kesehatan itu memang penting. Dengan adanya JKN dan BPJS artinya pemerintah sudah melihat kesehatan penting. Tapi banyak pasien sekarang ini lebih memilih periksa dokter di Singapura," kata Jusuf Kalla di kantor PB IDI, Jalan GSSY Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2014).
Perkataannya ini mengundang tawa para dokter yang mengikuti diskusi tersebut. Ketua IDI, Zainal Abidin yang menjadi moderator diskusi pun tak mampu menahan senyumnya mendengar kata-kata JK. Meski pelayanan kesehatan sudah membaik, JK paham betul bahwa pola kerja dokter di rumah sakit yang melayani banyak pasien tak ideal.
"Kalau kita masuk pada upaya kesehatan banyak faktor terutama fasilitas dan sistem semuanya masih kurang. Ada dokter yang 1 hari bisa menangani 100 pasien. Ini perbandingannya tidak begitu jelek tapi kurang efektif," ujarnya kali ini dengan raut wajah serius.
Ketua umum PMI ini lalu mengkategorikan 'pasien' di Indonesia dalam 3 jenis. Pertama, warga yang masuk dalam kategori pasien biasa yang mencakup 70% orang Indonesia dan didominasi kalangan menengah ke bawah. Kedua, kategori yang sudah mulai banyak yakni kategori menengah yang dihuni warga berkelas dan mewah
"Terakhir, kalangan elit yang sakit kepala saja harus ke Singapura," ujarnya yang kembali mengundang tawa para dokter dari berbagai daerah di Indonesia ini.
JK mengatakan perilaku 'berobat ke Singapura' itu harus segera dipelajari dan dicari jalan keluarnya. Menurutnya, kualitas dokter di Indonesia tak kalah dengan dokter di Singapura.
(bil/try)











































