Serda Yudi menceritakan sesaat setelah kejadian, ABG yang nyaris diperkosa itu mengaku awalnya ia bersama pacarnya, P, di daerah Pleret, Rabu (7/5/2014). Teman pacarnya, DN, datang dan mengajak ke lapangan. Disusul beberapa teman lainnya.
Di lokasi, tak tahunya korban akan diperkosa. Pacarnya sempat mencegah, tapi pelaku membentak. Akhirnya pacar korban hanya melihat.
"Tapi pelaku yang sempat saya tanya bilang, pacar korban justru merencanakan aksi itu. Nanti polisi yang menyelidikinya," kata Serda Yudi di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jumat (9/5/2014).
Dalam kondisi terdesak, menurut Serda Yudi, korban sempat menelepon kakaknya. "Kemudian handphonenya direbut salah satu pelaku," tandas pria yang sudah bergabung dengan TNI sejak 1987 dan kini bertugas di Koramil 03 Kecamatan Semarang Timur dan Semarang Utara ini.
Serda Yudi mengaku sering patroli di sekitar lokasi. Sebab, di daerah tersebut sering ada pemuda-pemudi yang berduaan. Kadang ada aksi kriminal.
"Sehari bisa tiga sampai empat pasang orang saya usir dari situ. Soalnya pernah ada perampokan dan pembunuhan di sana. Ya maksud saya juga untuk menyelamatkan mereka," ujarnya.
Berkat aksi beraninya, Serda Yudi mendapatkan penghargaan dari Wali Kota dan Dandim 0733 BS Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi kepada anggota TNI Polri yang lain sekaligus imbauan agar masyarakat tidak ragu melaporkan peristiwa kepada pihak berwajib.
(try/nrl)











































