"Tidak (muluk-mulik). Janji Pak Prabowo simpel, terukur, double. Saya kira itu (pernyataan SBY) tidak ditujukan ke Prabowo," kata Fadli di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jaksel, Jumat (9/5/2014).
Dalam wawancara yang diunggah ke Youtube, SBY mengatakan bahwa nasionalisasi aset dapat membawa malapetaka bagi Indonesia. Fadli mengungkapkan bahwa nasionalisasi aset tidak mungkin dilakukan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dalam video sekitar 19 menit, SBY menilai janji-janji yang dilontarkan bakal capres dalam kampanye terkait janji nasionalisasi aset asing dianggap malah membahayakan perekonomian Indonesia. Banyak pihak yang menilai sindiran itu ditujukan untuk Prabowo.
(trq/trq)










































