Tetapi Ahok menuturkan Scania belum tentu dibeli karena semua akan dilelang yang penentuan pemenangnya akan ditentukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Yang pasti, untuk mendukung keinginan tersebut, Pemprov DKI sudah meningkatkan anggaran pengadaan bus.
"Jumlahnya Rp 3,2 triliun," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, di Jakarta, Jumat (9/5). Dibanding tahun lalu, jumlah itu ternyata meningkat tiga kali lipat, yakni dari sekitar Rp 1,08 triliun.
Dengan anggaran Rp 1,08 triliun tahun 2013, pengadaan bus pemprov DKI yakni Rp 849 miliar untuk 310 bus transjakarta, dan Rp 239 miliar untuk 346 bus sedang (BKTB). Ketika itu masih belum pakai sistem e-catalogue, dan bus yang diadakan yakni buatan Tiongkok, Ankai.
Jumlah bus yang akan diadakan tahun ini, menurut Akbar, akan sangat bergantung dari harga tiap unit bus yang ditampilkan di e-catalogue. Namun dia memastikan sudah ada beberapa produsen bus yang daftar di LKPP, salah satunya Scania, asal Swedia yang telah melakukan uji coba kemarin.
Adapun harga bus gandeng warna oranye Scania berkisar Rp 5,8 miliar. βSusah juga karena belum keluar harganya semua. Nanti tergantung mekanisme pengadaan barang, busnya apa juga tergantung yang terpilih. Yang jelas, selain Scania ada merek-merek lain yang juga terdaftar di sana,β ujarnya.
(ros/ndr)











































