Di ibu kota yang penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia ini, jalan raya mungkin bisa dianggap sebagai cermin perilaku masyarakat. Dan sayangnya perilaku pengendara di Jakarta amat sangat jauh dari kata tertib atau taat.
Misalnya saja pagi ini, Jumat (9/5/2014) di ruas Jl Buncit Raya menuju Mampang, Jaksel pukul 05.45 WIB. Mulai dari perempatan Mal Pejaten Vilage, banyak pengendara yang mencuri-curi menerabas traffic light.
Karena melihat jalan kosong di samping dan depan, umumnya para pemotor langsung tancap gas. Padahal lampu masih menyala merah. Walau kadang hampir terjadi kecelakaan karena dari arah yang berlawanan tiba-tiba ada kendaraan lain.
Kemudian, jalur TransJ yang di ruas Buncit Raya juga diterabas. Para pemotor dan pengguna mobil mengambil jalan pintas. Aturan pelanggaran masuk jalur TransJ amat berat sanksinya, denda Rp 500 ribu bagi pemotor dan Rp 1 juta bagi pengendara mobil seolah tak dianggap.
Tanpa rasa bersalah traffic light dilanggar dan jalur transJ diterabas, aturan diabaikan. Lalu apa perlu gerakan disiplin nasional perlu digalakkan lagi?
(ndr/rmd)











































